Amerika Serikat tidak memiliki kapasitas untuk mempertahankan kehadiran militer jangka panjang di Timur Tengah. Itu diungkapkan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) , Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi. Dia mencatat bahwa kapal-kapal perang Amerika terpaksa mundur sejauh 400 kilometer dari Selat Hormuz di tengah penurunan kondisi logistik dan moral yang parah.